MAKALAH
TEORI EKONOMI MAKRO
“ TRADE OFF ANTARA
PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI”
“Disusun dalam rangka
memenuhi satu tugas pada mata kuliah Teori Ekonomi Makro oleh Mulyono, SE, MM”
Disusunoleh :
Reza DindaPitaloka E2B019352
Dian Wahyu Ningsih E2B019371
JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
SEMARANG
2020
DAFTAR ISI
HALAMAN DEPAN............................................................................. i
DAFTAR ISI.......................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH........................................ 1
1.2 RUMUSAN MASALAH ........................................................ 1
1.3 TUJUAN MASALAH............................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ...................................................................... 2
2.1 PENGERTIAN PENGANGGURAN DAN
PERTUMBUHAN .................................................................. 2
2.2 GAMBARAN PENGGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN DIINDONESIA.. 2
2.3 HUBUNGAN PERTUMUBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHANPERUBAHAN
PENGGURAN
(HUKUM OKNUM)................................................................ 4
BAB III PENUTUPAN.........................................................................
3.1 KESIMPULAN........................................................................ 5
3.2 SARAN ................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 6
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masala
Pengangguran merupakan masalah yang
cukup fundamental dalam perekonomian suatu negara, baik Negara berkembang atau
Negara maju sekalipun. Tingginya tingkat pengangguran akan berdampak pada
perekonomian seperti yang dinyatakan oleh Okun. Meskipun demikian, masalah
pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di
negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan fluktuasi perekonomian.
Sementaraitu, negara berkembangs elalu menghadapi berbagai faktor fundamental
makro ekonomi dan masalah social seperti kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk,
ataupun masalah social politik. Demikian pun, masalah pengelolaan dan
pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relative lebihrendah
karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber
daya alam maupun sumber daya manusia.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di
atas, maka kami merumuskan beberapa masalah yang kami bahas pada makalah ini,
yaitu :
a) Apa pengertian dari pengangguran dan
pertumbuhan ekonomi ?
b) Bagaimana gambaran pengangguran dan pertumbuhan
ekonomi di Indonesia?
c) Adakah hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan
perubahan pengangguran (hukum okun) ?
1.3 TujuanPenulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini
adalah sebagai berikut:
a) Mengetahui apa arti pengangguran dan
pertumbuhan ekonomi.
b) Mengetahui bagaimana gambaran pengangguran dan pertumbuhan ekonomi
di Indonesia
c) Mengetahui hubungan antara pertumbuhan ekonomi
dan perubahan pengangguran (hokum okun).
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi suatu
negara dapat dilihat dari beberapa indicator perekonomian. Salah satu diantaranya
adalah tingkat pengangguran. Berdasarkan
tingkat pengangguran dapat dilihat kondisi suatu negara, apakah perekonomiannya
berkembang pesat atau lambat dan atau bahkan mengalami kemunduran. Selain itu dengan
tingkat pengangguran, dapat dilihat pula ketimpangan atau kesenjangan distribusi
pendapatan yang diterima suatu masyarakat negara tersebut. Pengangguran dapat terjadi
sebagai akibat dari tingginya tingkat perubahan angkatan kerja yang tidak diimbangi
dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas serta penyerapan tenaga kerja
yang cenderung kecil persentasenya, Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan
penciptaan lapangan kerja untuk menampung tenaga kerja yang siap bekerja.
Kondisi pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi
yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat
mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal yang dapat menghambat pembangunan
dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang
amat penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian, terutama untuk melakukan
analisis tentang hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh suatu
negara atau suatu daerah. Ekonomi dikatakan mengalami pertumbuhan apabila produksi
barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya.Secara internal, tiga komponen utama
yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah pemerintah, dunia usaha,
dan masyarakat
2.2
Gambaran
Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Pengangguran dan pertumbuhan ekonomi pun menunjukkan fluktuasi,
bila periode sebelum krisis 1984-1997 pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 7.0%
dan pengangguran sebesar 2.33%, memasuki periodekrisis pertumbuhanhanya 5.1%
namun angka pengangguran mengalami lonjakan menjadi 8.1%. Bila dilihat secara detail, angka persentase pengangguran
agak rata dari tahun 1984 sampai 1994 dengan pertumbuhan rata-rata 2.6% per
tahun, namun memasuki tahun 19941995 persentase pengangguran melonjak dua kali
lipat. Tren pengangguran 1996-2000 relatif stabil dikisaran angka 5% walaupun disadari
pada tahun-tahun tersebut Indonesia sedang dilanda guncangan krisis ekonomi.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi mengalami guncangan yang hebat dan sempat terpuruk
pada level terendah sepanjang pemerintahan orde baru dan era reformasi dengan
rata-rata 0.98%.
Sebuah hasil studi
BPS dan UNDP menunjukkan bahwa selama periode 1997-1998 sektor pertanian menyerap
banyak tenagakerja dan menyangga tekanan tenaga kerja sebagai akibat kontraksi ekonomi
yang menujuk pada rasionalisasi tenaga kerja di sector non pertanian. Hal
tersebut memberikan dugaan bahwa pada tahun 1997 dan 1998 tingkat pengangguran tidak
meningkat tajam karena adanya peranan sector pertanian yang tumbuh pada saat krisis
ekonomi dan mampu menyerap angkatan kerja.Tingkat pengangguran yang tidak meningkat
secara drastis ini juga diduga sebagai akibat adanya sektor informal sebagai
buffer perekonomia.
Adanya sector informal
juga berperan menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran yang
beralih dari sector formal akibat krisis1997-1998. Sehingga tingkat pengangguran
tidak meningkat terlalu tajam, tapi juga tidak turun walaupun tingkat inflasi meningkat
hingga mencapai lebihdari 50 persen pada tahu 1998. Memasuki tahun 2001-2005
pengangguran menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan rata-rata pertahun sebesar
9.51%, kemudian menurun sampai tahun 2013 pengangguran tercatat sebesar 6.25%.
Diketahui bahwa karakteristik
pengangguran di Indonesia teridiri dari:
a)
Tingkat
pengangguran berpendidikan rendah lebih tinggi;
b)
Tingkat
pengangguran laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan;
c)
Tingkat
pengangguran usia muda lebih tinggi.
Peningkatan angkatan
kerja baru yang lebih besar dibandingkan dengan lapangan kerja yang tersedia terus
menunjukkan jurang (gap) yang terus membesar. Kondisi tersebut semakin membesar
setelah krisis ekonomi. Dengan adanya krisis ekonomi terutama krisis global baru-baru
ini tidak saja membuat jurang antara peningkatan angkatan kerja baru dengan penyediaan
lapangan kerja yang rendah terus makin dalam, tetapi juga merangsang tingginya pemutusan hubungan kerja
(PHK), sehingga tingkat pengangguran di Indonesia dari tahun ketahun terus semakin
tinggi.
2.3 Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dan Perubahan Pengangguran
(Hukum Okun)
Hubungan pertumbuhan
ekonomi dan perubahan pengangguran seperti yang diungkapan Okun terjadi pula di
Indonesia. Hasil Scater Plot menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang negative antara
keduanya (Gambar 5) Hasil tersebut didukung oleh uji statistik yang menunjukkan
ada asosiasi negative diantara keduanya dengan koefisien sebesar -0,05 pada lag
pertama dan -0,04 pada lag kedua. Hasil ini pun menguatkan penelitian sebelumnya
yang dilakukan oleh Semere (2006) dan Amir (2003). Jadi jelas bahwa pertumbuhan
ekonomi berhubungan erat dengan peningkatan penggunaan tenaga kerja,begitu pula
dengan investasi. Dengan meningkatnya investasi pasti permintaan tenaga kerja akan
bertambah sehingga dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan adanya peningkatan
investasi berpengaruh terhadap penurunan tingkat pengangguran.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Pengangguran yang menjadi masalah banyak
negara merupakan buah dari tingginya inflasi, hal ini dapat terlihat dari hasil
plot dan regresi yang menujukkan adanya hubungan terbalik antara keduanya sehingga
penelitian ini pun mendukung pendekatan kurva Phillips. Namun, hasil plot
antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran lebih kentara dalam menunjukkan adanya
hubungan diantara keduanya dibandingkan inflasi dan pengangguran. Disisi lain, didapati hasil plot dan regresi pertumbuhan
ekonomi dan pengangguran yang menujukkan hasil sejalan dengan Hukum Okun.
Dimana pertumbuhan ekononi yang tinggi memacu penurunan pengangguran. Namun pertumbuhan
ekonomi dan inflasi tidak secara bersama-sama mempengaruhi tingkat pengangguran.
Guncangan pada peubah dalam kajian ini akan menuju ke konverganan dalam waktu
10 tahun, sedangkan penyebab variasi guncangan pengangguran bersumber dari pengangguran
itu sendiri, akan tetapi seiring waktu „terdistribusi‟ pada peubah inflasi dan
pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, variasi inflasi terbesar pun bersumber dari
inflasi itu sendiri. Akan tetapi, memasuki tahun ketiga variasinya lebih dari
20% ditentukan oleh pengangguran. Hal yang menarik adalah variasi pertumbuhan ekonomi
yang terbesar berasal dari pengangguran dan inflasi
3.1 Saran
Sebagai
manusia yang tidak pernah lepas dari kesalahan, tentu saja dalam makalah ini
masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.
Apabila terdapat kesalahan mohon
mema’afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah SWT yang tak luput
dari salah khilaf dan lupa. Kami membutuhkan saran dan kritik untuk memperbaiki
kesalahan menjadi lebih baik lagi.
