Minggu, 12 April 2020

MAKALAH TRADE OFF ANTARA PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI



MAKALAH
TEORI EKONOMI MAKRO
“ TRADE OFF ANTARA PENGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI”

“Disusun dalam rangka memenuhi satu tugas pada mata kuliah Teori Ekonomi Makro oleh Mulyono, SE, MM”




Disusunoleh :

Reza DindaPitaloka    E2B019352
Dian Wahyu Ningsih  E2B019371



JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH
SEMARANG
2020





DAFTAR ISI

HALAMAN DEPAN.............................................................................     i
DAFTAR ISI..........................................................................................     ii
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................     1
1.1       LATAR BELAKANG MASALAH........................................     1
1.2       RUMUSAN MASALAH ........................................................     1
1.3       TUJUAN MASALAH.............................................................     1
BAB II PEMBAHASAN ......................................................................     2
2.1       PENGERTIAN PENGANGGURAN DAN
PERTUMBUHAN ..................................................................     2
2.2       GAMBARAN PENGGANGGURAN DAN PERTUMBUHAN  DIINDONESIA..     2
2.3       HUBUNGAN PERTUMUBUHAN EKONOMI DAN PERUBAHANPERUBAHAN PENGGURAN  
(HUKUM OKNUM)................................................................     4
BAB III PENUTUPAN.........................................................................
3.1       KESIMPULAN........................................................................     5
3.2       SARAN ...................................................................................     5
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................     6




BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang Masala
          Pengangguran merupakan masalah yang cukup fundamental dalam perekonomian suatu negara, baik Negara berkembang atau Negara maju sekalipun. Tingginya tingkat pengangguran akan berdampak pada perekonomian seperti yang dinyatakan oleh Okun. Meskipun demikian, masalah pengangguran di negara-negara maju jauh lebih mudah terselesaikan daripada di negara-negara berkembang karena hanya berkaitan dengan fluktuasi perekonomian. Sementaraitu, negara berkembangs elalu menghadapi berbagai faktor fundamental makro ekonomi dan masalah social seperti kelangkaan investasi, masalah ledakan penduduk, ataupun masalah social politik. Demikian pun, masalah pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya yang dilakukan oleh negara-negara berkembang relative lebihrendah karena buruknya efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya baik sumber daya alam maupun sumber daya manusia.

1.2       Rumusan Masalah
        Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka kami merumuskan beberapa masalah yang kami bahas pada makalah ini, yaitu :
a)      Apa pengertian dari pengangguran dan pertumbuhan ekonomi ?
b)      Bagaimana gambaran pengangguran dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia?
c)      Adakah hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan perubahan pengangguran (hukum okun) ?

1.3       TujuanPenulisan
          Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut:
a)      Mengetahui apa arti pengangguran dan pertumbuhan ekonomi.
b)      Mengetahui bagaimana  gambaran pengangguran dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia
c)      Mengetahui hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan perubahan pengangguran (hokum okun).






BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi
Pembangunan ekonomi suatu negara dapat dilihat dari beberapa indicator perekonomian. Salah satu diantaranya adalah tingkat pengangguran.  Berdasarkan tingkat pengangguran dapat dilihat kondisi suatu negara, apakah perekonomiannya berkembang pesat atau lambat dan atau bahkan mengalami kemunduran. Selain itu dengan tingkat pengangguran, dapat dilihat pula ketimpangan atau kesenjangan distribusi pendapatan yang diterima suatu masyarakat negara tersebut. Pengangguran dapat terjadi sebagai akibat dari tingginya tingkat perubahan angkatan kerja yang tidak diimbangi dengan adanya lapangan pekerjaan yang cukup luas serta penyerapan tenaga kerja yang cenderung kecil persentasenya, Hal ini disebabkan rendahnya tingkat pertumbuhan penciptaan lapangan kerja untuk menampung tenaga kerja yang siap bekerja. Kondisi pengangguran yang tinggi merupakan pemborosan sumber daya dan potensi yang ada, menjadi beban keluarga dan masyarakat, sumber utama kemiskinan, dapat mendorong peningkatan keresahan sosial dan kriminal yang dapat menghambat pembangunan dalam jangka panjang. Pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu indikator yang amat penting dalam menilai kinerja suatu perekonomian, terutama untuk melakukan analisis tentang hasil pembangunan ekonomi yang telah dilaksanakan oleh suatu negara atau suatu daerah. Ekonomi dikatakan mengalami pertumbuhan apabila produksi barang dan jasa meningkat dari tahun sebelumnya.Secara internal, tiga komponen utama yang menentukan pertumbuhan ekonomi tersebut adalah pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat

2.2    Gambaran Pengangguran dan Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia
Pengangguran dan pertumbuhan ekonomi pun menunjukkan fluktuasi, bila periode sebelum krisis 1984-1997 pertumbuhan ekonomi tumbuh sebesar 7.0% dan pengangguran sebesar 2.33%, memasuki periodekrisis pertumbuhanhanya 5.1% namun angka pengangguran mengalami lonjakan menjadi 8.1%.  Bila dilihat secara detail, angka persentase pengangguran agak rata dari tahun 1984 sampai 1994 dengan pertumbuhan rata-rata 2.6% per tahun, namun memasuki tahun 19941995 persentase pengangguran melonjak dua kali lipat. Tren pengangguran 1996-2000 relatif stabil dikisaran angka 5% walaupun disadari pada tahun-tahun tersebut Indonesia sedang dilanda guncangan krisis ekonomi. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi mengalami guncangan yang hebat dan sempat terpuruk pada level terendah sepanjang pemerintahan orde baru dan era reformasi dengan rata-rata 0.98%.
Sebuah hasil studi BPS dan UNDP menunjukkan bahwa selama periode 1997-1998 sektor pertanian menyerap banyak tenagakerja dan menyangga tekanan tenaga kerja sebagai akibat kontraksi ekonomi yang menujuk pada rasionalisasi tenaga kerja di sector non pertanian. Hal tersebut memberikan dugaan bahwa pada tahun 1997 dan 1998 tingkat pengangguran tidak meningkat tajam karena adanya peranan sector pertanian yang tumbuh pada saat krisis ekonomi dan mampu menyerap angkatan kerja.Tingkat pengangguran yang tidak meningkat secara drastis ini juga diduga sebagai akibat adanya sektor informal sebagai buffer perekonomia.
                        Adanya sector informal juga berperan menyediakan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran yang beralih dari sector formal akibat krisis1997-1998. Sehingga tingkat pengangguran tidak meningkat terlalu tajam, tapi juga tidak turun walaupun tingkat inflasi meningkat hingga mencapai lebihdari 50 persen pada tahu 1998. Memasuki tahun 2001-2005 pengangguran menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan rata-rata pertahun sebesar 9.51%, kemudian menurun sampai tahun 2013 pengangguran tercatat sebesar 6.25%.
                        Diketahui bahwa karakteristik pengangguran di Indonesia teridiri dari:
a)         Tingkat pengangguran berpendidikan rendah lebih tinggi; 
b)         Tingkat pengangguran laki-laki lebih tinggi dari pada perempuan; 
c)         Tingkat pengangguran usia muda lebih tinggi.
                       
Peningkatan angkatan kerja baru yang lebih besar dibandingkan dengan lapangan kerja yang tersedia terus menunjukkan jurang (gap) yang terus membesar. Kondisi tersebut semakin membesar setelah krisis ekonomi. Dengan adanya krisis ekonomi terutama krisis global baru-baru ini tidak saja membuat jurang antara peningkatan angkatan kerja baru dengan penyediaan lapangan kerja yang rendah terus makin dalam, tetapi juga  merangsang tingginya pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga tingkat pengangguran di Indonesia dari tahun ketahun terus semakin tinggi.


2.3    Hubungan Pertumbuhan Ekonomi dan Perubahan Pengangguran (Hukum Okun)
Hubungan pertumbuhan ekonomi dan perubahan pengangguran seperti yang diungkapan Okun terjadi pula di Indonesia. Hasil Scater Plot menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang negative antara keduanya (Gambar 5) Hasil tersebut didukung oleh uji statistik yang menunjukkan ada asosiasi negative diantara keduanya dengan koefisien sebesar -0,05 pada lag pertama dan -0,04 pada lag kedua. Hasil ini pun menguatkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Semere (2006) dan Amir (2003). Jadi jelas bahwa pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan peningkatan penggunaan tenaga kerja,begitu pula dengan investasi. Dengan meningkatnya investasi pasti permintaan tenaga kerja akan bertambah sehingga dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan adanya peningkatan investasi berpengaruh terhadap penurunan tingkat pengangguran.






BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
          Pengangguran yang menjadi masalah banyak negara merupakan buah dari tingginya inflasi, hal ini dapat terlihat dari hasil plot dan regresi yang menujukkan adanya hubungan terbalik antara keduanya sehingga penelitian ini pun mendukung pendekatan kurva Phillips. Namun, hasil plot antara pertumbuhan ekonomi dan pengangguran lebih kentara dalam menunjukkan adanya hubungan diantara keduanya dibandingkan inflasi dan pengangguran.  Disisi lain, didapati hasil plot dan regresi pertumbuhan ekonomi dan pengangguran yang menujukkan hasil sejalan dengan Hukum Okun. Dimana pertumbuhan ekononi yang tinggi memacu penurunan pengangguran. Namun pertumbuhan ekonomi dan inflasi tidak secara bersama-sama mempengaruhi tingkat pengangguran. Guncangan pada peubah dalam kajian ini akan menuju ke konverganan dalam waktu 10 tahun, sedangkan penyebab variasi guncangan pengangguran bersumber dari pengangguran itu sendiri, akan tetapi seiring waktu „terdistribusi‟ pada peubah inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Sementara itu, variasi inflasi terbesar pun bersumber dari inflasi itu sendiri. Akan tetapi, memasuki tahun ketiga variasinya lebih dari 20% ditentukan oleh pengangguran. Hal yang menarik adalah variasi pertumbuhan ekonomi yang terbesar berasal dari pengangguran dan inflasi

3.1       Saran
          Sebagai manusia yang tidak pernah lepas dari kesalahan, tentu saja dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.
          Apabila terdapat kesalahan mohon mema’afkan dan memakluminya, karena kami adalah hamba Allah SWT yang tak luput dari salah khilaf dan lupa. Kami membutuhkan saran dan kritik untuk memperbaiki kesalahan menjadi lebih baik lagi. 




DAFTAR PUSTAKA

 

http://ryanalief.blogspot.com/2010/12/pengangguran-dan-inflasi-suatu-fenomena.html

http://www.dpr.go.id/doksetjen/dokumen/apbn_analisis_keberadaan_tradeoff_inflasi_dan_pengangguran_%28kurva_phillips%29_di_indonesia20140821142142.pdf